Muslimah Shaliha Belajar Taqwa

Sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita shalihah

Kenangan Semester 6: Sajadah vs Karpet :)

Assalaamu’alaikum dunia menulis,,  rindu ^^

Alhamdulillah, kuliah semester 6 sudah selesai..

Alhamdulillah, sudah berhasil mengikuti 8 mata kuliah, memenuhi 20 sks, menyelesaikan rangkaian tugas-tugas besar, UTS, dan UAS, (meski masih dag-dig-dug nunggu hasilnya, semoga semua lulus dan mendapat nilai yang baik, aamiin)..

Alhamdulillah semester ini tidak ada lagi absen kuliah karena telat atau  absen karena amanah lain di luar kuliah..

Alhamdulillah, perkuliahan semester ini memberi banyak ilmu dan hikmah..

Terima kasih ya Allah :)

 

Salah satu yang paling berkesan dari kuliah semester ini adalah Tugas-Tugas Besar yang ada di hampir semua mata kuliah. Dan salah satu yang berkesan dari Tugas-Tugas Besar semester ini adalah TuBes Drainase&Sewerage dengan “sajadah”nya, hehe..

“Sajadah drainase” itu julukan yang anak2 TL kasih untuk tabel perhitungan yang harus kita print dan tempel di jurnal. Karena perhitungannya yang banyak banget (ratusan), tabel yang kita print pun jadi besar banget, sampai sebesar sajadah, bahkan lebih besar. Berbagai cara pun diakalin, supaya tabel kita bisa sekecil mungkin pas diprint.. Alhamdulillah, ami pake “paste as picture” dan bisa nge-print tabel nya di 12 lembar A4, terus ditempel2, 3 ke samping, 4 ke bawah, dengan huruf-huruf yang kalo dipelototin lama2 bisa bikin mata jereng (saking kecilnya, heu). Maaf ya kakak asisten yang meriksa..

Tapi seru, keren rasanya pas mama, teteh, dan adik ami memandang tabel yang besar itu dengan tatapan kagum (atau prihatin), hehe #sombongdikitmodeon, astaghfirullah..

 

Dan ternyata, “Sajadah Drainase” itu gagal dinobatkan jadi Tubes yang paling berkesan, karena di akhir semester ada Tubes lain yang tabel nya lebih dahsyat, klimaks banget pokoknya,  namanya “Karpet Pencemud” (karpet kan lebih besar dari sajadah, hhe :D )..

Tubes Pencemud (Pencemaran Udara)  ini datang dengan damai di akhir semester, dikumpulkan tanggal 23 Mei, satu pekan setelah UAS terakhir, seperti gerbang sebelum benar2 masuk ke dunia liburan, dan Tugas Besar Pencemud ternyata benar-benar besar, BESAR, karena datanya RIBUAN. Ribuan, dan dihitung manual pake excel.

Intinya, di Tubes Pencemud ini, kita membuat isopleth (semacam peta konsentrasi) dari tiga sumber pencemar di suatu wilayah seluas 3×5 km persegi. Kenapa konsentrasi yang kita hitung bisa ribuan, karena setiap orang harus ngitung konsentrasi dari satu buah pencemar di tiap jarak 100 m di dalem wilayah 1500 km persegi itu, dan dari 8 arah mata angin. Untuk memudahkan, wilayahnya dikasih grid kotak-kotak setiap 100 meter arah x dan y, terus dihitung konsentrasi di setiap titik pertemuan. Jadi, setiap orang normalnya harus ngitung 1500×8=12000 titik, tapi karena setiap titik hanya dilalui sekitar 4 arah mata angin, kira-kira setiap orang harus ngitung konsentrasi di 6000 titik.

6000 titik konsentrasi. Yah, lumayan lah ya, lumayan bikin mata jereng dan kepala berdenyut-denyut karena jenuh berjam-jam melototin tabel excel yang super panjang dengan angka yang super kecil (supaya tabelnya bisa muat lebih banyak di layar dan ga usah kebanyakan ngegeser-geser mouse), terutama di tiga hari terakhir sebelum pengumpulan..

Akhirnya, tanggal 23  jam 4 sore pun datang, tugasnya mau ga mau harus selesai.. Setelah tiga kali nginep di kosan arai, sore yang super hectic itu pun tiba… Sayangnya, di detik-detik menjelang pengumpulan, ami udah ditunggu kloter terakhir yang mau berangkat ke DP2Q (Daurah Pembinaan Pejuang Qur’an, agendanya Mata’) di Lembang.. Dan dengan sangat baik hatinya, begitu tau ami hampir ketinggalan kloter, temen2 sekelompok ami langsung nyuruh ami berangkat. Akhirnya, ami pun berangkat, lari-lari ke Gelap Nyawang nyusul rombongan..

Dan berangkatlah ami ke DP2Q. Berharap bisa menghilangkan kejenuhan akibat Pencemud di DP2Q. Tapi jujur, karena berangkat pas tugasnya belum benar2 selesai, ibaratnya komputer, otak ami belum di-shut down, isinya masih layar excel, hehe…

Tapi, alhamdulillah, tugasnya akhirnya benar2 selesai. ^^

Terima kasih sebesar-besarnya ya untuk saudari-saudari se-geng, Arai, Seny, Irin, Shuffah, Nia ^^

 

Tubes Pencemud benar2 jadi klimaks banget buat perkuliahan semester ini. Sama kaya kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) di TPA Bantargebang semester lalu yang jadi shock therapy (baunya bikin shock), kunjungan itu jadi batu loncatan yang bikin ami lebih kuat nyium bau-bau lain yang ga sebau IPAS, hehe, semoga Tubes Pencemud ini juga jadi shock therapy sekaligus batu loncatan untuk tugas-tugas selanjutnya (yang kalau belum disuruh bikin tabel segede karpet masih kecil lah ya, hehe)..

Kesimpulannya, semester ini menyenangkan, kuliah 3 tahun di TL ini menyenangkan, insyaAllah ke depannya akan semakin menyenangkan.. Semangat semangat semangat!!! :D

Merancang Masa Depan (Prolog)

Seorang muslim harus bercita-cita besar.

Seorang mu’min itu harus berfikir panjang, harus visioner,

karena pandangan seorang beriman akan jauuuuuuh ke depan, menembus ruang dan waktu.

Berusahalah seolah kau akan hidup selamanya, beribadahlah seolah kau akan mati esok hari.

Definisikan setiap aktivitas kita. Beri niat dan tujuan yang baik dalam setiap hela nafas, tingkah laku, tutur kata, bersit fikiran, dan langkah kaki kita. Betapa banyak amal kecil yang menjadi besar karena niat, dan betapa banyak amal yang besar menjadi sangat kecil bahkan tak bernilai karena niat.

Tentukan tujuan hidup kita, tentukan kebaikan-kebaikan yang ingin kita capai, dan berjuanglah untuk menggapainya. Tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Tak hanya di akhirat, tapi juga di dunia.

Bercita-citalah. Optimislah. Berharaplah.

Bukankah melalui perintah berdo’a, Allah mengajarkan kita untuk selalu mengharapkan kebaikan dan optimis akan meraihnya… Belajar yakin akan pertolongan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya, yakin bahwa Dia selalu ada dan mendengar doa-doa kita, yakin bahwa Dia punya rencana yang baik untuk masa depan kita….

Bercita-citalah. Bermimpi besarlah. Yakinlah kamu bisa meraihnya. Ada Allah…

 

Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan yang berkelebatan di otak ami.

Mau apa, untuk apa, kenapa, harusnya seperti apa, dll.

Dari dulu, ami diajarkan untuk mendefinisikan berbagai hal. Dan sekarang, sudah 20 tahun.

Ami kira bab itu sudah khatam, ternyata masih belum selesai, dan mungkin memang tak akan pernah selesai.

Seperti harus mulai lagi dari awal, belajar mendefinisikan segala hal.

Kenapa harus terdefinisi? Kenapa harus pusing-pusing mendefinisikan semua hal?

Agar bila kelak di akhirat ditanya Allah “Mengapa”, ami bisa jawab “Karena” nya.

Agar semua bisa dipertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya.

Agar tak ada aktivitas yang ami lakukan hanya karena hawa nafsu dan kecenderungan pada dunia.

Berat, tapi bila tak begini, di akhirat kelak akan lebih berat.

Allah, bimbing hamba, kuatkan hamba menerima dan menjalankan apapun jawabannya.

dan bila ada seseorang yang bisa membantu hamba menemukan jawaban-jawabannya, tolong pertemukan hamba dengannya. Aamiin.

 

Bismillah. “Merancang Masa Depan” insyaAllah jadi agenda liburan.

Onci :)

Onciiii,, walau katanya nama Onci aneh, mirip b*nci,

walau Onci udah berbulan-bulan ga dicuci,

memeluk Onci selalu menenangkan hati :”)

menyadarkan kalau ami tak sendiri,

dan punya banyak saudari-saudari yang shalihah dan baik hati…

Terima kasih untuk teteh2 yang menjadi perantara hadirnya Onci dalam hidup ami :)

#break sejenak di tengah UAS, tinggal lima dari delapan, semangat!!! :)

Karena Cinta itu Memberi Semangat :)

Beberapa hari yang lalu, ami sempat merasa “jatuh”, merasa semangat ami menurun, berat sekali mengerjakan ini-itu, termasuk mengerjakan amal yaumi (amal ibadah harian). Mungkin ami sedang futur. Dan di saat-saat seperti itu, rasanya dunia menjadi sangat tidak ramah dan menyeramkan, rasanya sedih dan sesak sekali, di satu sisi ingin segera bangkit, sementara di sisi lain hanya ingin lari dan bersembunyi.

Alhamdulillah, itu beberapa hari yang lalu. Karena dengan Sayang-Nya, Allah Membantu ami bangkit lagi. Melalui berbagai rangkaian peristiwa yang terjadi beberapa hari ini, Allah Membuat ami jatuh cinta lagi, pada banyak hal, pada banyak orang, pada banyak peristiwa. Dan cinta itu, membuat ami semangat lagi…

Ami jatuh cinta pada adik2 mentoring tahsin AEI, pada kesabaran adik2 menunggu berjam-jam setelah kuliah untuk mentoring, pada kesabaran adik2 menghadapi cara mengajar ami yang sangat penuh kekurangan, pada celetukan dan keisengan adik2, pada raut wajah polos, bingung, bosan, senyum dan rasa bersalah karena bacaan yang masih terbata. Dua hal yang baru ami sadari di dua pertemuan terakhir kita adalah betapa berharganya adik2 dan apa yang seharusnya ami beri untuk adik2.

Percayalah, selama kebersamaan kita satu semester ini, teteh belajar jauuuuuh lebih banyak dari adik2.. Semoga Allah selalu Menyayangi adik2 dan Memudahkan jalan adik2 untuk mempelajari ilmu agama-Nya. Aamiinn..

Dan ami jatuh cinta (lagi) pada saudara-saudari ami, mereka yang beberapa hari ini berbagi cerita dan inspirasi dengan ami, mereka yang membuat ami belajar lagi,

Bahwa sesulit apapun ujian atau tantangan yang kita hadapi, masih ada puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang dengan kondisi yang tidak lebih baik dari kita, jutaan orang dengan ujian yang jauuuuh lebih berat dari kita. Bercerminlah pada mereka, maka kita pun akan menyadari bahwa ujian, tantangan, dan kesulitan yang kita hadapi itu masih jauuuuh lebih ringan, sangaaat keciiiil.

Selalu ada alasan untuk bersyukur, selalu ada alasan untuk bersabar

Dan sebaliknya, sebesar apapun nikmat, kemudahan, dan keberhasilan yang kita dapatkan, itu bukan karena ikhtiar kita semata, itu tak menunjukan baiknya kualitas diri kita, semua itu tak akan terjadi tanpa pertolongan-Nya. Dan di luar sana, ada puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan orang dengan karya yang lebih bernilai di dunia dan akhirat, nikmat yang lebih berkah, kemudahan yang benar2 bersumber dari keshalihan mereka. Kita masih sangat jauuuuuh dari mereka, sangaaat keciiiil.

Tak ada alasan untuk takabur, tak ada alasan untuk merasa diri besar.

Terima kasih untuk hikmah dan inspirasi yang telah kalian beri, semua itu menjadi cara Allah Menyemangati ami lagi. Ami sayang sekali pada kalian, kalian selalu membuat ami jatuh cinta lagi, lagi, lagi dan lagi..

Pada Titania Virginiflosia, ah, dirimu tan, ami percaya Tania jauh lebih kuat, Tania pasti bisa menyelesaikan semua tantangan dengan baik (seperti biasanya), insyaAllah  :)

Dari Sa’ad, ia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda:  “Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang saleh yang meneladaninya. Seseorang akan diuji menurut kekuatan agamanya (imannya), apabila agamanya kuat maka makin berat ujiannya, apabila agamanya kurang kuat maka dia diuji menurut kadar kekuatannya, dia akan diuji terus , sehingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih (tidak berdosa)”. (Hr Tirmidzi)

Irma Sartika, semoga segera diberi jalan keluar yang baik Irma :)

Wulandari Purwaningrum, semoga Allah senantiasa menyayangi wulan, memudahkan segala urusan wulan, dan memberikan ketenangan ke dalam hati Wulan :)

Riry Ridhwanah, Shuffah Nur Hijrah, Seny Damayanti, terima kasih sharing2nya, percayalah Allah sedang men-tarbiyah masing2 kita dengan cara yang spesial :)

Annisa Rizki Auliailahi, syafaakillah Arai, membayangkan betapa banyaknya dosa arai yang berguguran karena kesabaran Arai  :)

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari, Muslim)

Dari Aisyah ra, dia berkata: ”Bahwa Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang shalih akan diperberat (musibah) atas mereka. Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu, kecuali akan dihapus dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya”. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan Baihaqi)

Juga pada Aldi Nursepta dan Arif Sulaiman, ayo Arif bisa melalui semua ini dengan baik, amanah kali ini adalah tarbiyah spesial dari Allah untuk Arif, dan semua kesulitan yang Arif hadapi hanya akan membuat Arif lebih kuat (kuat imannya, kuat fisiknya, kuat hatinya), ayo jangan menyerah, Arif kuat :)

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Barang siapa yang ridha dengan ujian itu maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Barang siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

 

Kata Ust. Budi Prayitno dalam suatu kesempatan di radio MQ, “Setiap orang itu Allah perhatikan dengan spesial, jalan hidupnya, ujian-ujiannya, susah senangnya”

Mari kita luruskan niat, dan tetap semangat! :)

yang LELAH dan yang LILLAH

Ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur, dan jatuh,

dia berkata “LELAH”

Ada juga yang lelah, tubuhnya penat, tapi semangatnya kuat,

dia berkata “LILLAH”

karena Allah.

 

yang LILLAH tak akan LELAH

yang LILLAH akan menjadikan LELAHnya sebagai bahan bermunajat dalam linang air mata,

ditemani harap dan takut, khawatir LELAHnya tak jadi LILLAH

yang LILLAH selalu optimis akan pertolongan Allah, tidak akan berkeluh kesah.

Baginya, dunia hanya jadi ladang amal, maka menikmati proses jauh lebih utama daripada menikmati hasil.

 

Agar tidak LELAH, maka pastikan tujuan kita LILLAH.

 

Selamat mengarungi samudera KEIKHLASAN.. 

Semoga selamat sampai tujuan.. :)

 

Rencana yang Lebih Baik :)

“Tulis rencanamu dengan pensil, dan berikan penghapusnya pada Allah,

biarkan Allah menghapus sebagian rencanamu yang salah,

dan menggantinya dengan rencana-Nya, yang jauh lebih baik dan lebih indah.”

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput darimu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (Qs. 57. al-Hadiid : 22-23).

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu,  Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Maka, percayalah, dan tersenyumlah

:)

Ini Tak Mudah, Tapi Indah

Li, apa kabar di sana?

Akhir2 ini ami sering ingat lagi..

 

Bagaimana bisa tak ingat, kalau satu hal yang sangat sering mengisi fikiran ami, adalah sesuatu yang mempertemukan ami dengan Li..

Pertemuan pertama, wawancara bersama sebagai calon anggota, lalu magang di satu divisi yang sama, hingga mengurusi satu divisi berdua..

Kali lain, saat tes jadi mentor, ami diwawancara lagi bersama Li..

Pertemuan2 yang singkat, tanpa campur tangan, hanya Allah yang Mempertemukan..

 

Bagaimana bisa lupa, kalau setiap melihat kotak surat putih di samping pintu sekre itu selalu mengingatkan ami pada Li..

Pada siang di mana kita berjanji akan bertemu, membuat kotak surat bersama, ami tunggu tapi Li tak kunjung datang, setelah beberapa jam baru ada kabar, Li sakit ternyata..

 

Bagaimana bisa tak ingat, kalau Li memberi ami pelajaran berharga tentang amanah..

Ingat Li selepas shalat dhuha, menanti jadwal kita syura bersama. Ingat ketemu Li di tempat wudhu.

Li yang shalihah, Li yang anggun dan sabar, Li yang tak banyak bicara, Li yang fokus membina adik-adik di sekolah, Li yang berbakti pada orang tua dan menyayangi keluarganya. Li yang sangat ingin ke Palestina.

Dan ami yang tak merangkul, ami yang setiap kita bertemu, hanya membuat Li merasa bersalah dan meminta maaf, ami yang tak mau mengerti, ami yang tak sabaran, ami yang mendominasi pekerjaan, mengabaikan, dan merasa sendirian.

Beberapa waktu setelah Li pergi, rasa bersalah ami tak kunjung pergi. ami tak sempat meminta maaf pada Li.

Sering melihat kelebatan sosok Li di sekitar ami. ami kira Li, ternyata bukan.

Hingga malam itu, malam takbiran, kerinduan pada Li begitu besar, ingin bertemu, ingin meminta maaf.

Dan malam itu dalam mimpi, ami melangkah ke sekre dengan gembira, janjian bertemu dengan Li, mengerjakan tugas2 kita bersama.

Di akhir mimpi, di depan sekre, perpisahan pun tiba, ami meminta maaf, menyampaikan semua yang ingin ami sampaikan tapi tak sempat ami sampaikan sebelum Li pergi. Setelah ami meminta maaf, Li tersenyum, memeluk ami, dua kali. Lalu Li pergi, ami terbangun. Li sudah memaafkan ami, insyaAllah.

Maka ami berjanji, kesalahan ami pada Li tak akan terulang lagi, tak akan menyakiti teman seamanah ami, tak akan mengabaikan, tak akan mendominasi pekerjaan, tak ingin membuat teman seamanah ami terus-terusan merasa bersalah. Karena sejak itu, ami mengerti, bahwa beramanah bersama adalah saling meringankan beban, melipatgandakan husnudzan, melipatgandakan kesabaran…

 

Bagaimana ami bisa lupa, kalau apa yang terjadi pada Li adalah sesuatu yang sering ami inginkan.

Meninggal dalam kondisi yang baik, di sisi ibu Li, diiringi lantunan adzan, dan dzikir yang membasahi bibir Li, sakaratul maut yang dilalui dengan tenang, dalam usia yang muda, hidup yang singkat tapi penuh manfaat, Li yang menjadi teladan untuk sekitar, adik2, sahabat2, keluarga dan semua yang menyayangi Li…

 

Ah, ami sayang Li, karena Allah…

Semoga Allah Menyayangi Li, Mengampuni dosa2 Li, Melapangkan kubur Li.. Aamiinn..

Dan mengingat Li, selalu menyadarkan Ami, bahwa Ami masih hidup, artinya masih ada tugas-tugas yang harus ami kerjakan, karya-karya yang ami wujudkan, hingga waktu ami selesai…

Menjalani hidup dengan sebaik-baiknya sesuai kehendak-Nya memang tak mudah, tapi indah…

Merengek-rengek meminta semua segera berakhir adalah pilihan yang sangat tak bijak…

Kalaupun, ada hal2 di masa depan yang kita tak tahu bagaimana harus melewatinya adalah kecil, selama Allah bersama kita…

Percayalah, bersama-Nya, semua akan baik-baik saja…

Untuk Mama…

Ada banyak lagu/nasyid tentang ibu. Dan nasyid ini, adalah satu yang sangat berkesan..

Judul : Ibu

Munsyid : BPM

 

Ummi, ummi, ummi

Seolah terdengar suara Rasulullah

Kubayangkan wajahnya ketika berucap

menyebut namamu berkali – kali

 

Ibu, ibu, ibu,

Di pundakmu tetes air mata kuhapus

Dilututmu rebah jiwa lelahku

Ketika engkau belaiku

Sirna semua bebanku

 

Ya Allah pintaku padaMu

ampunilah ibu ayahku

Lapangkanlah perjalanan mereka

didunia dan akhirat nanti

 

Bunda, bunda, bunda,

di telapak kakimu surga membentang

di dalam doamu terkabullah cinta

dan senyummu tiada mengenal senja

 

Ummi, ummi, ummi,

menjadi tua adalah kodrat kita

kini engkau nanti aku pula

Jika Allah memberi….

 

Ya Allah pintaku padaMu

ampunilah ibu ayahku

Lapangkanlah perjalanan mereka

didunia dan akhirat nanti

 

Sedih itu, ketika banyak sekali orang yang merasakan kebermanfaatan diri kita, tapi mama, perempuan yang paling berharga dalam hidup kita, tak merasakan kebermanfaatan diri kita, ada atau tidaknya diri kita rasanya sama saja untuk mama.

Sedih itu, ketika kita berlelah-lelah meringankan beban saudara-saudara kita, tapi tak sedikitpun beban mama  yang kita ringankan, kita berusaha ada saat dibutuhkan banyak orang, tapi tak ada saat mama butuhkan.

Sedih itu, ketika kita bisa menghadirkan senyum di wajah orang-orang, tapi luput menghadirkan senyum di wajah mama.

Sedih itu, ketika melihat teman-teman yang secara fisik jauh dari mama nya ternyata bisa “dekat”, sementara kita yang secara fisik dekat dengan mama ternyata merasa “jauh”.

Sangat sedih itu, ketika membuat mama kecewa. Sangat sedih itu, ketika membuat mama sedih. Sangat sedih itu, ketika hanya bisa merepotkan dan menyusahkan mama.

Dan teramat sedih itu, ketika sadar bahwa kita sedang menyia-nyiakan pintu surga, pintu surga yang membentang lebih lebar dibandingkan yang dihadapi teman2 kita yang tak tinggal bersama mamanya. Ketika sadar bahwa kelak saat ini akan menjadi saat-saat yang paling kita sesali dalam hidup kita..

Astaghfirullah, astaghfirullahala’zhim >.<

 

Ini yang tak tersampaikan pada mama, yang menjadi lubang besar dalam hidup ami,

bahwa ami sayang mama. sayang papa, sayang aa, teteh, dan adik2.

Sayang sekali. Lebih besar dari rasa sayang ami pada siapapun di luar sana.

Maafin ami ma.. T_T

*****

“Every body has their own sorrow”. Setiap orang punya kesedihan masing2. Sesulit apapun masalah yang ami hadapi, itu bukan yang paling sulit di muka bumi.

Ami bingung kenapa, ami bingung harus mulai dari mana. Tapi, ami juga tak ingin begini terus dan berjanji akan memperbaiki semuanya.

Semoga segera ada jalan untuk menyampaikan pada mama,

bahwa ami sangat sayang mama, tak hanya dalam kata2, tapi juga dalam amal nyata..

Ayo senyum ami :) … Bismillah… Semua ada jalan keluarnya… Semua pasti bisa diperbaiki…

Belum Waktunya Pulang..

Ada kalanya, kita harus melakukan hal-hal yang sebenarnya tak ingin kita lakukan.

Ada kalanya, kita melakukan ini dan itu, tanpa benar-benar paham kenapa semua itu harus kita lakukan.

Ada kalanya, kita harus melakukan sesuatu, di tempat dan lingkungan yang penuh tekanan.

Ada kalanya, kita harus berkorban.

Ada kalanya, kita harus benar-benar menguatkan.

Ada kalanya, kita harus keluar dari zona nyaman.

Dan melakukan hal-hal seperti itu, seringkali membuat kita tak cukup tangguh untuk bertahan. Lantas kita berhenti di tengah jalan, merengek-rengek minta pulang, kembali ke zona nyaman.

Kalaupun kita sanggup bertahan sampai akhir perjalanan, segera setelah semua urusan selesai, kita akan ada di barisan terdepan bersama orang-orang yang ingin pulang, kembali ke zona nyaman.

Itu ami, beberapa waktu yang lalu.

Ingin pulang. Tak sabar ingin semua urusan selesai, dan ingin segera pulang, kembali ke zona nyaman.

Tapi, ami hari ini, berjanji akan kuat bertahan.

Sekarang, belum saatnya untuk bernyaman-nyaman.

Belum waktunya untuk pulang.

Pulangnya nanti saja, saat tak ada lagi yang harus diperjuangkan.

Saat sekitar kita memang sudah terlalu nyaman.

Saat setapak surga sudah menjadi pijakan.

Aamiin Allahumma aamiin..

Target Tengah Semester 6 :)

Bismillah.. Menulis lagi.. ^^

Sebelum mulai mengerjakan tugas2 kuliah sore ini, ami ingin menulis dulu, “mengamankan” kelebatan2 fikiran yang akhir2 ini memenuhi fikiran ami dan mengikatnya ke dalam bentuk tulisan. Semoga tulisan ini menjadi pengingat dan penyemangat untuk diri ami sendiri, dan bisa menjadi secuil inspirasi juga untuk teman2 yang “terjebak” membacanya, hehe, aamiinn :)

Ok, mari kita menulis..

Teman2, doakan ami ya, semester ini ami punya beberapa cita-cita, mimpi, target, harapan, rencana (apapun namanya). Cita-cita sederhana, sampai akhir semester ini saja. Setidaknya ami ingin mengamankan kebermanfaatan usia ami sampai akhir semester ini. Kalau Allah masih memberi ami usia sampai semester datang, akan ada lagi target-target lanjutan untuk mengamankan kebermanfaatan usia ami di semester depan, dst…

Semester ini, ami sudah semester 6. Sudah hampir tiga per empat perjalanan kuliah yang ami lalui. Tahun depan, ami lulus kuliah. Juli 2013, insyaAllah :)

Semester ini, sudah tengah semester. Alhamdulillah, UTS sudah selesai ^^

Semoga UTS kemarin bisa memberi nilai terbaik, baik di mata Allah dari segi keberkahan proses, kejujuran, ikhtiar mencatat selama kuliah dan berusaha mengulang jelang ujian (meski masih H-1 bahkan J-sekian, ckck), dan baik juga di mata manusia (dari segi angka, hehe). Aamiinn.

Kuliah semester ini, Alhamdulillah, ami jauh lebih semangat setelah dapat “cambukan” dari semester kemarin.

Semangat belajar yang kacau, catatan kuliah yang sangat ga rapi dan ga lengkap, tugas2 yang ami kerjakan asal-asalan, sering terlambat karena kesiangan, dan sedikit sekali materi kuliah yang bisa diserap di otak ami adalah hal-hal yang mewarnai kondisi akademik ami semester kemarin. Alhamdulillah-nya, Allah ga ngasih keajaiban lagi, dua semester terakhir, IP ami terus menerus turun. Dan semua itu jadi pelajaran berharga yang ga akan ami ulangi, insyaAllah.

Oiya, nilai dan IP bukan tujuan utama kok yang ami kejar, insyaAllah ilmu tetap lebih utama. Tapi, ami juga punya alasan sendiri kenapa menargetkan IP dan IPK minimum sekian. Supaya semangat, supaya ikhtiarnya maksimal, supaya bisa memberi keteladanan, supaya memudahkan kita mengajak orang lain pada kebaikan, supaya bisa jadi hadiah yang menghadirkan senyum di wajah papa, mama, aa, teteh, serta saudara2 yang selalu mendukung ami, dan supaya bisa membuktikan kalau rencana Allah selalu jauh lebih baik dari rencana manusia :)

Maka semester ini, ami punya target IP minimal 3,9, atau dapat dean list lagi (bererti ip nya harus …., hmm). Dan ami berharap IP itu bukan cuma sebatas angka di atas kertas, tapi buah dari ilmu yang tidak hanya menempel tapi juga bisa terserap dengan baik di otak ami, catatan kuliah yang rapi dan lengkap, tugas-tugas kuliah yang dikerjakan dengan kemampuan maksimal dan kesadaran penuh.

Ami juga ingin dapat tempat dan tema KP fix pekan depan (sebelum tanggal 23).

Dan di akhir semester ini, harus sudah mulai ada bayangan rencana ami setelah lulus di dunia per-TL-an ini mau seperti apa, mau fast track, mau jadi dosen, mau kerja, mau lulus-nikah-jadi ibu rumah tangga berwawasan lingkungan, hhe, atau mau apa.

Di luar kuliah, ami juga ingin bisa amanah menjalankan peran-peran ami sekarang. Di keluarga, di MaTa’, di Kamil, di HMTL, peran sebagai “teteh”, peran sebagai “ibu”, dll.

Dan untuk pribadi, ami ingin senantiasa menjaga amal yaumi.

Ami juga ingin istiqamah menghafal Qur’an, dan semoga target hafalan Qur’an ami semester ini (juz sekian) bisa tercapai.

Aamiinn, Allahumma aamiinn >.<

Ini adalah target-target sederhana yang akan ami ikhtiarkan beberapa bulan ke depan.  Masalah hasil, biar Allah  yang menentukan, toh yang paling penting, Allah Melihat dan Menilai setiap detail ikhtiar yang ami lakukan.

Dan, apeulah artinya ami ini kalau hanya mengandalkan kemampuan diri ami seorang, maka, mohon bantuannya ya teman2, setidaknya dengan bantu meng-aamiin-kan :)

Bismillah, semoga dimudahkan…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.