Sertifikat Matrikulasi IIP Batch 3

Sertifikat ini dilampirkan untuk keperluan pendaftaran tahapan pendidikan berikutnya.. Semangaaat! \(‘o’)/

Iklan

NHW 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan

Setelah menemukan passion (ketertarikan minat ) kita ada di ranah mana, kita mulai melihat isu sosial di sekitar kita untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga kita bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Minat, Hobi, Ketertarikan :
Menghafal dan mempelajari Al Qur’an

Skill Hard, Soft:
Teknik menghafal Al Qur’an
Motivasi (keutamaan) menghafal Al Qur’an
Ilmu Bahasa Arab
Ilmu Tajwid
Ilmu Tafsir

Isu Sosial :
Banyak umat muslim dari berbagai kalangan usia, laki-laki dan perempuan yang kurang mengenal, memahami dan mengamalkan Al Qur’an yang merupakan petunjuk hidup seorang Muslim. Sebagian dari mereka sudah memiliki keinginan untuk mempelajari Al Qur’an (membaca, menghafal dan memahami) tetapi masih bingung harus memulai dari mana dan bagaimana..

Masyarakat:
Anak-anak, Dewasa, Lansia
Laki-laki, Perempuan
Keluarga, Teman, Tetangga

Ide Sosial:
Pondok Studi Al Qur’an (tajwid, tahfidz, tafsir) yang terbuka untuk berbagai kalangan, khususnya keluarga dan tetangga terdekat ūüôā

Selamat menjadi agen perubahan

Karena

Everyone is a Changemaker

Insyaa Allah ūüôā

Salam,
Rahmi K

NHW 8 : Misi Hidup dan Produktivitas

Setelah belajar menemukan misi hidup untuk menggali produktivitas keluarga, di NHW kali ini, kita akan berlatih menerapkan misi hidup kita secara teknis ūüôā
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Mempelajari dan menghafalkan Al Qur’an
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan ‚ÄúBE  DO HAVE‚ÄĚ di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Saya ingin menjadi ahlul qur’an yang berkontribusi mencetak generasi qur’ani
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

– Saya ingin menyelesaikan hafalan Al Qur’an, mempelajari kandungannya, berusaha senantiasa menghafalkan dan mengajarkannya. 

– Saya ingin mengajak orang-orang di sekitar saya untuk merasakan betapa nikmatnya berinteraksi dengan Al Qur’an dan hidup dalam naungan Al Qur’an.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

– Saya (bersama suami kelak) ingin memiliki pondok studi Al Qur’an yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal kami, di mana terdapat ruangan-ruangan yang kondusif untuk belajar membaca Al Qur’an, mempelajari kandungannya, dan mabit (bermalam) untuk menghafalkan Al Qur’an..
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

– menjadi Ahlul Qur’an

– melahirkan anak-anak yang mencintai Al Qur’an dan mencetak generasi Qur’ani
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

– Menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz dan terus melakukan muroja’ah

– Mempelajari Bahasa Arab agar lebih mudah memahami kandungan Al Qur’an

– Terus mempelajari dan mengajarkan tajwid Al Qur’an, serta mendampingi orang-orang di sekitat yang ingin menghafalkan Al Qur’an

– Merintis pondok studi Al Qur’an, diawali dengan menyusun program belajar tajwid, bahasa Arab, tafsir, dan menghafal Al Qur’an untuk orang-orang terdekat
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Sepanjang tahun 2017 ini saya ingin menambah hafalan beberapa juz Al Qur’an, mempelajari bahasa Arab (nahwu, sharaf, i’rab) dengan guru offline, dan terus mengajarkan Al Qur’an..
BISMILLAH, BERUBAH BERUBAH BERUBAH!
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam (Calon) Ibu Profesional Pencetak Generasi Qur’ani, insyaa Allah ūüôā

Rahmi Khoerunisa

Review NHW 5 : Belajar Cara Belajar

Review Nice Homework sesi #5

📝 BELAJAR CARA BELAJAR¬† 📝( Learning¬† how to Learn)

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, bagaimana rasanya mengerjakan Nice Homework di sesi #5 ini? Melihat reaksi para peserta matrikulasi ini yang rata ada di semua grup adalah
a. Bingung, ini maksudnya apa?
b. Bertanya-tanya pada diri sendiri dan mendiskusikannya ke pihak lain, entah itu suami atau teman satu grup
c. Mencari berbagai referensi yang mendukung hasil pemikiran kita semua
d. Masih ada yang merasakan hal lain?

Maka kalau teman-teman merasakan semua hal tersebut di atas, kami ucapkan SELAMAT, karena teman-teman sudah memasuki tahap belajar cara belajar.

Nice Homework #5 ini adalah tugas yang paling sederhana, tidak banyak panduan dan ketentuan. Prinsip dari tugas kali ini adalah

Semua Boleh, kecuali yang tidak boleh

Yang tidak boleh hanya satu, yaitu diam tidak bergerak dan tidak berusaha apapun.

Selama ini sebagian besar dari kita hampir memiliki pengalaman belajar yang sama, yaitu OUTSIDE IN informasi yang masuk bukan karena proses ‚Äúrasa ingin tahu‚ÄĚ dari dalam diri kita melainkan karena keperluan sebuah kurikulum yang harus tuntas disampaikan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga belajar menjadi proses penjejalan sebuah informasi. Sehingga wajar kalau banyak diantara kita menjadi tidak suka ‚Äúbelajar‚ÄĚ, akibat dari pengalaman tersebut.

Di Institut Ibu Profesional ini kita belajar bagaimana membuat desain pembelajaran yang ala kita sendiri, diukur dari rasa ingin tahu kita terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan  exit procedure andaikata di tengah perjalanan ternyata kita mau ganti haluan.

Ketika ada salah seorang peserta matrikulasi yangbertanya, apakah Nice Homework #5 kali ini ada hubungannya dengan materi-materi sebelumnya? TENTU IYA

Tetapi kami memang tidak memberikan panduan apapun. Kalau teman-teman amati, bagaimana cara fasilitator memandu Nice Homework #5 kali ini?

🍀Ketika peserta bertanya, tidak buru-buru menjawab, justru kadang balik bertanya.

🍀Ketika peserta bingung, tidak buru-buru memberikan arah jalan, hanya memberikan clue saja.

🍀Fasilitator banyak diam andaikata tidak ada yang bertanya, karena memberikan ruang berpikir dan kesempatan saling berinteraksi antar peserta.

Itulah salah satu tugas kita sebagai pendidik anak-anak. Tidak buru-buru memberikan jawaban, karena justru hal tersebut mematikan rasa ingin tahu anak.

Membaca sekilas hasil Nice Homework #5 kali ini ada beberapa kategori sbb :
a. Memberikan teori tentang desain pembelajaran
b. Membuat desain pembelajaran untuk diri kita sendiri
c. Menghubungkannya dengan NHW-NHW berikutnya, sehingga tersusunlah road map pembelajaran kita di jurusan ilmu yang kita inginkan.
d. Ada yang menggunakan ketiga hal tersebut di atas untuk membuat desain pembelajaran masing-masing anaknya.

tidak ada BENAR-SALAH dalam mengerjakan Nice homework#5 kali ini, yang ada seberapa besar hal tersebut memicu rasa ingin tahu teman-teman terhadap proses belajar yang sedang anda amati di keluarga.

Semangat belajar ini tidak boleh putus selama misi hidup kita di dunia ini belum selesai. Karena sejatinya belajar adalah proses untuk membaca alam beserta tanda-tandaNya sebagai amunisi kita menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi ini.

Setelah bunda menemukan pola belajar masing-masing, segera fokus dan praktekkan kemampuan tersebut. Setelah itu jangan lupa buka kembali materi awal tentang ADAB mencari ilmu. Karena sejatinya

ADAB itu sebelum ILMU

Belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

1‚É£ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong

Yaitu mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu,  merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki. Tak mau menerima nasehat orang lain karena dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasehat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah. Terkadang mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada  yang berpendidikan tinggi, namun  tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, congkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya nafsu yang diutamakan sehingga emosi tak dapat dikendalikan maka ucapannyapun mengandung kekejian.

2‚É£ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu`

tingkatan yang membuat semua orang mencintanya karena pribadinya yang mulia meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi. Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain. Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah pun mencintainya.

3‚É£ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahwa dia tidak tahu apa-apa

( stay foolish, stay hungry)

Tingkatan terakhir adalah yang teristimewa. Selalu merasa dirinya haus ilmu tetap tidak mengetahui apa-apa (stay foolish, stay hungry) meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dalam dadanya. Karena dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu.

Sampai dimanakah posisi kita? Hanya anda yang tahu.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan :

Hasil Nice Homework #5, Peserta matrikulasi IIP Batch #3, 2017

Materi Matrikulasi IIP Batch #3, Belajar cara Belajar, 2017

Materi Matrikulasi IIP Batch #3, Adab Menuntut Ilmu, 2017

Review NHW 6 : Belajar Menjadi Manajer Keluarga

Review NHW #6

🙋 BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA 🙋

Bunda, terima kasih sudah membuat beberapa kategori  tentang 3 hal aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda.

Dalam menjalankan peran sebagai manejer keluarga, *_manajemen waktu_* menjadi hal yang paling krusial.

Karena waktu bisa berperan ganda, memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya.

Masih ingat istilah *_DEEP WORK_* dan *_SHALLOW WORK_*?

Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat lebih jelas bagaimana caranya shallow work kita ubah menjadi Deep Work.

Kita akan paham mana saja aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita.

1‚É£. *Refleksikan aktivitas dan kemampuan manajemen waktu kita selama ini*

Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatan kita menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak .Menurutnya, segala hal yang kita kerjakan dapat digolongkan kedalam salah satu dari empat kuadran tersebut.

Agar lebih jelas , silakan teman-teman belajar memasukkan aktivitas-aktivitas yang selama ini kita lakukan dalam kategori kuadaran di bawah ini.

2‚É£ *Setelah aktivitas terpetakan, fokuslah pada hal-hal yang penting (baik mendesak atau tak mendesak) karena pada kegiatan yang penting inilah seharusnya kita mengalokasi paling banyak waktu yang kita miliki*

3‚É£ *Rencanakan dengan baik semua aktivitas yang anda anggap penting*

Kita akan kehabisan waktu, tenaga dan sering gelisah  jika kita sering melakukan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak.

Contoh : Mengumpulkan NHW matrikulasi itu anda masukkan kategori aktivitas Penting, karena kalau tidak mengumpulkan kita akan mendapatkan peluang tidak lulus.

Sudah ada deadline yang diberikan oleh fasilitator. Andaikata kita memasukkannya ke kuadran 2, artinya kita akan masukkan NHW dalam perencanaan mingguan kita,  membuat hati lebih tenang.  Tetapi kalau tidak kita rencanakan, NHW itu akan masuk ke aktivitas kuadran 1, dimana penting bertemu dengan genting (mendesak) paling sering membuat kita gelisah di saat detik-detik terakhir deadline pengumpulan.

Kalau ini berlangsung terus menerus, maka kita akan cepat capek dan stress yang berlebihan karena terlalu sering dibombardir oleh masalah dan krisis yang datang bertubi-tubi. Jika ini terjadi, secara naluriah, kita akan lari ke kuadran 4. yang sering kali tidak memberikan manfaat bagi kita.

Idealnya, semakin banyak waktu yang kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat dihindari.

4‚É£ *Membuat kandang waktu ( time blocking) untuk setiap aktivitas yang harus anda kerjakan*

Membuat agenda mingguan dan harian dengan mengaplikasikan teori *_time blocking_*dan *_cut off time_*KIta bisa membagi secara rinci aktivitas harian  dalam hitungan jam atau menit agar waktu tidak terbuang sia-sia

5‚É£ *Unduh Aplikasi atau buku catatan untuk membantu kita mengorganized semua jadwal kita*

Saat ini ada banyak aplikasi organizer yang bisa membantu dan mengingatkan kita setiap saat.

Sampai disini mungkin ada diantara kita yang bertipe “unorganized” ( menyukai ketidakteraturan, termasuk waktu )

Sehingga muncul pertanyaan,

“Mengapa sih harus repot-repot dan sangat detail dengan manajemen waktu?”

Kalau menurut teori Cal Newport,
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin bagus pula kualitasnya.

Semakin bagus kontrolnya, semakin bagus pula efeknya.

Sekarang tinggal dipilih anda mau tipe yang organized shg menggunakan *_TIME BASED ORGANIZATION_* atau tipe yang unorganized dan menggunakan *_RESULT BASED ORGANIZATION_*

Kalau time based artinya kita akan patuh dengan jadwal waktu yang sudah kita tulis. Dan komitmen menerima segala konsekuensi apabila melanggarnya.

Apabila RESULT BASED ORGANIZATION anda perlu membuat pengelompokan kegiatan saja. Boleh dikerjakan kapanpun, selama Komitmen terhadap target/hasil yang sudah dicanangkan, bisa terpenuhi dengan baik.

Apapun tipe anda dan keluarga KOMITMEN tetap nomor satu.

Di Ibu Profesional,  manajemen waktu ini wajib dikuasai dan diamalkan  oleh para ibu sebelum masuk ke tahap bunda produktif.

Kita perlu menekankan pentingnya membuat rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan aktifitas yang penting.

Dengan demikian diharapkan kita dapat menjadi lebih produktif tanpa lelah dan stress yang berlebihan.

*_Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu_*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

_Sumber Bacaan_ :

_Materi Matrikulasi IIP batch #3 sesi #6, Ibu Manajer Keluarga handal, 2017_

_Hasil NHW#6, Peserta Matrikulasi IIP, 2017_

_Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008_

_Steven Covey, the seven habits, Jakarta, 1994_

Materi MIP 6 : Ibu Manajer Keluarga Handal

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6

IBU MANAJER KELUARGA HANDAL
Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu

*_kita harus ‚ÄúSELESAI‚ÄĚ dengan management rumah tangga kita_*

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

🍀Apakah masih *ASAL KERJA*, menggugurkan kewajiban saja?

🍀Apakah didasari sebuah *KOMPETISI* sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?

🍀Apakah karena *PANGGILAN HATI* sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
🍀Kalau anda masih ‚ÄúASAL KERJA‚ÄĚ maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.

🍀Kalau anda didasari ‚ÄúKOMPETISI‚ÄĚ, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses

🍀Kalau anda bekerja karena ‚ÄúPANGGILAN HATI‚ÄĚ , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa _MENGELUH_.

*Ibu Manajer Keluarga*

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

*_Saya Manager Keluarga_*

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

🍀Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.

🍀Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi

🍀Buatlah skala prioritas

🍀Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

*Menangani Kompleksitas Tantangan*

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

*_a. PUT FIRST THINGS FIRST_*

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

*_b.ONE BITE AT A TIME_*

Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

*_c. DELEGATING_*

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

*_ Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda_*

_Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya_

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

*Perkembangan Peran*

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih

*_SEKEDAR MENJADI IBU_*

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

🍀Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.

Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “managjer keuangan keluarga.

🍀Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.

Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

🍀Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu ‚Äďibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.

Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi ‚Äúmanajer pendidikan anak‚ÄĚ.

Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

🍀Cari peran apalagi, tingkatkan lagi‚Ķ..dst

Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupav untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata

*BERUBAH atau KALAH*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

_SUMBER BACAAN_:

_Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015_

_Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #3, 2017_

_Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom’s Story: Zainab Yusuf As’ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009_

Materi MIP 5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Materi Matrikulasi IIP Batch #3 Sesi #5

📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, 

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. 

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa. 

*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.

Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal : 

1⃣Belajar hal berbeda        
2‚É£ Cara belajar yang berbeda

3‚É£Semangat Belajar yang berbeda

🍀 *Belajar Hal Berbeda*

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

*Cara Belajar Berbeda*

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :

👍Ibu jari :¬†How

👆Jari telunjuk :¬†Where

‚účJari tengah :¬†What

‚účJari manis :¬†When

‚účJari kelingking :¬†Who

👐Kedua telapak tangan di buka :¬†Why

👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka :¬†Which one.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

_Apa itu berpikir skeptik ?_

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

*Semangat Belajar Yang berbeda*

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami,

*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*

Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?

‚ÄĘ Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan¬†

*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.

Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

🚫 *_Sebaliknya¬†jangan meratakan lembah_*

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah :

1‚É£ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2‚É£Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3‚É£Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

  *_Good is not enough anymore we have to be different_*

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua :

👨‚Äć👩‚Äć👧‚Äć👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

👨‚Äć👩‚Äć👧‚Äć👧Sebagai teman bermain¬†anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

👨‚Äć👩‚Äć👧‚Äć👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

Cara mengetahui passion anak adalah :

1⃣ _Observation_ ( pengamatan)

2‚É£ _engage_(terlibat)

3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.

Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :

1‚É£Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2‚É£Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3‚É£Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4‚É£Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_

1‚É£ Teh Ziyana
1. Belajar bagaimana caranya belajar. Bukankah kita tdk boleh mem _block_ anak akan semua ilmu?? Ada yg disukai dan dianggap mudah ada jg yg sulit, klo dgn cara mendorongnya padahal yg disuka dan tdk dipaksa akan hal yg tdk disuka bukannya berdampak semakin jauh dan smakin sulit ia mempelajari yg sulit?? Mhn pencerahannya..

2. Maksud dr meninggikan gunung, jika anak suka akan suatu hal dan itu buruk menurut kita dr segi pemikiran di masa depan. Bagaimana berdamai dgnnya??

2‚É£ Dear teh Zi, pada masa kanak-kanak mereka pasti mempunyai rasa ingin tau yg tinggi. pada perjalanannya, mereka akan menemukan hal yang paling mereka sukai. karena tiap orang diciptakan untuk misi tertentu.

kalau melihat perjalanan siroh, kenapa umar bin khattab tdk pernah menjadi panglima perang, kenapa yg menjadi duta islam pertama adl mushab bin umair, dst.

karena Rasul sebagai pendidik tau karakter dan kelebihan masing-masing. Khalid bin walid ahli strategi perang, tapi tidak banyak hafalan qurannya. dan Rasul tidak menyuruh Khalid untuk menghafal.

Karena di masa depan akan bnyak pekerjaan yang mungkin belum ada di masa sekarang. dan orang bisa bertahan hiup walau hanya menguasai 1 keahlian walau keliatannya juga sepele. sehingga pelajaran lain, asal cukup saja.itu tdk apa-apa, karena kita sedng meninggikan gunung.

kecuali untuk hal yang bersifat lifeskill dan kemandirian mungkin ya teh Zi. mau ga mau anak diarahkan untuk mau mempelajarinya, krn bekal hidup nereka kelak.

2. kalau dari ibu septi begini, coba cari dulu orang dengan keahlian seperti itu tapi bisa meningkatkan keimanan. jangan buru-buru dipangkas.

masa depan adalah milik industri kreatif. mungkin hal yg menurut kita tdk baik, bisa ada celah keaikan asalkan bisa kreatif dalam menempatkan diri sesuai dengan nilai yg kita pegang.‚úÖ

2‚É£ Teh Prita Annisa Utami
Berarti teh, selama ini ortu yang mengiming2i hadiah kalau nilai matematikanya 9 misalnya, salah ya? (Hanya iming2, tanpa memaksa, nanti dia yg cari sendiri caranya) Padahal anak tersebut nggak suka matematika, tapi jadi termotivasi krn hadiahnya. Berarti dia hanya bisa, dan nggak suka ya? Jadi apakah itu juga termasuk merusak fitrah teh?

2‚É£ Dear teh Prita, kalau anak tidak menyukai mata pelajaran tertentu, coba pelajari dulu gaya belajarnya, atau gali ada masalah kah, baik dari guru, teman, dll . untuk iming2, kita harus membedakan mana hadiah, imbalan karena kesepakatan, mana sogokan/suap. kalau anak terbiasa di suap, internal motivation tidak terbentuk. dia cuma mau belajar apabila ada imbalan. sedangkan fitrah belajar muncul dari lubuk hati yang ga disuruh pun pasti dikerjakan. ‚úÖ

3‚É£ Teh Nurita
Saya memiliki pengalaman yg kurang baik ketika mempelajari satu mata pelajaran saat di bangku sekolah dulu, akibatnya hingga kini saya tidak menguasainya, padahal menurut saya matpel ini penting untuk dikuasai.
Bagaimana caranya agar saya bisa belajar menyukai kembali, karena saya khawatir kelemahan saya ini akan menjadi penghambat saat kelak harus mendampingi anak-anak belajar.

3‚É£ Dear teh nurita, di materi matrikulasi selanjutnya kita akan diarahkan untuk mempelajari ranah yang kita BISA dan SUKA terlebih dahulu. karena akan membuang banyak waktu. Kalau dari pengalaman, pada akhirnya saya menikmati learning by doing. Saya paling ga bisa Geografi, tapi saat anak saya berbinar pingin tau tentang Geo, mau ga mau saya jadi belajar dan dorongannya kuat sekali. Tapi kalau teteh masih banyak waktu luang, mencoba memulai belajar kembali, silakan akan baik sekali ‚úÖ

4‚É£ Teh Witri
1. Dalam melatih anak dalam keterampilan bertanya,
a) apakah itu dijadikan sebuah urutan Mulai dari how dst…
b. Pertanyaan yg manakah yg sering ibu septi lakukan jika beliau sedang mulai melatih keterampilan bertanya anak-anaknya.

2. Mengenai belajar mengenalkan seks pada usia dini (kebetulan anak saya berusia 2y, dan saya harus bersiap jika sewaktu2 dia bertanya) bagaimana cara mengenalkan alat vital pada dirinya sendiri dalam panduan islam. Karena ada perbedaan pendapat, untuk mengenalkan alat vital pada usia dini dalam bahasa ilmiah dan bahasa sehari-hari (daerah).‚Ā†‚Ā†‚Ā†‚Ā†

4‚É£ Dear Teh Witri,
1. Ga harus berurutan, selama 5w+1h bisa terjawab. tapi di materi ibu membantu memudahkan dengan jemari, what, when, dst. Biasanya ibu menjetikkan jari saat anaknya bertanya.

misal: tentang kue kesukaan anak saya:

what, who, where, when, why how?
misal: itu apa? what: pancake,
who: siapa yang membuat?
where: dimana dibuatnya?
when: kapan membuatnya?
why: kenapa membuat pancake? kenapa bentuknya seperti itu? how: gimana cara bikinnya?apa bahannya?

dari games ini maka bisa mengembangkan rasa ingin tahunya menjadi: mengapa tidak…bagaimana jika…: mengapa pancakenya tidak diberi kunyit dan tidak dipanggang, bagaimana jika bentuknya segitiga.

dan dari rasa penasaran ini kelak memunculkan imaginative creation, art of discovery dan nobble attitude. sehingga kami membantu mewujudkan kreasinya dan membolehkan menambahkan kunyit ke pancake ataupun masukin sabun, batu dan tanah ke percobaan volcano kami.
‚úÖ

5‚É£ Teh Endita
Bagaimana contoh2 spesifik dari masing2 peran orang tua (sebagai pemandu, teman bermain, sahabat) di tiap perkembangan anak?

5‚É£ Dear teh Endita,
ortu sebagai pemandu: artinya memfasilitasi rasa ingin tahu anak dn eksplorasinya. conthnya beberapa saya jawab dipertanyaan bawah.

pernah anak saya penasaran banget sama lampu mobil polisi, saya ajak ke kantor polisi, saya minta izin ke bapak polisi untuk pegang lampu mobilnya.

ortu sebagai teman bermain. usia 9-16 biasanya anak mulai suka mncoba hal baru, kita harus bisa masuk disini  karena kalo ga,dia bakal milih deket sama temen-temennya.

misal, penasaran nonton bioskop, kita yg ngajakin dn nemenin juga. pingin main game yg lg hits, kita masuk juga, dsb.

ortu sebagai sahabat: kira-kira gimana kita memperlakukan sahabat. kalo curhat di nasehati atau di dengerin aja? kalo ke sahabat  kita super kepo atau percaya? ✅

6‚É£ Teh Intan Fajar
Tanya teh..
Bagaimana cara nya menguatkan iman anak dibawah usia 0-8 tahun?
Seingat saya, anak-anak di rentang usia ini masih berpikir konkrit, berwujud.
Saya sering kewalahan menjawab pertanyaan dari anak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan iman ini. Saya berusaha menjelaskan yang saya tau. Kadang jadi speechless ūüėź

6⃣ Dear teh intan, menguatkan iman di usia ini yang saya pahami adalah dengan membangun imaji positif tentang Allah, Rasul, Islam dan seterusnya. caranya bisa  lewat keteladanan, sikap ortu dan kisah inspiratif.

imajinasi anak sungguh luar biasa, jangan takut anak tdk paham krn konsep konkrit-abstrak.

kalo saya perbanyak doa juga teh, krn pemahaman anak diluar kuasa saya, cuma Allah yang bisa menanamkan pemahaman yg baik dan utuh.‚úÖ

7‚É£ teh Andam
Anak sulung saya adalah anak yang aktif bertanya usianya 6th, Namun si sulung selalu bertanya dengan bertubi tubi sampai dia puas dengan jawaban saya, terkadang saya cukup direpotkan untuk menjawab pertanyaan, memang menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk mampu menjawab, terkadang juga saya sulit menangkap pertanyaan apakah yang dimaksud karena si anak pun masih terbatas dalam mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. 
1. Pertanyaannya bagaimana kita sebagai orang tua mengolah potensi tersebut agar dapat menjadi asset bagi kehidupannya kelak?
2. Bagaimana caranya agar terjadi komunikasi yang berkesinambungan agar poin2 pada cara mengolah kemampuan berpikir anak khususnya poin 2 dan 3 dapat diterapkan?

7‚É£ 1. bisa lihat jawaban 4 ya teh. setiap pertanyaan anak diarahkan 5w+1h–> nanti anak terbiasa berpikir kritis, mengapa tidak,bagaimana jika–> art of discovery.

kalau kita belum tau jawabannya: nanti kita cari tau bersama ya.

kalau kita belum sempat mejawab: minta anak catat/gambar ttg pertanyaannya di buku khusus. *Buku rasa ingin tahuku* supaya pas senggang bisa kita baca dan cari tau jwbannya.

2. cara belajar berbeda, semangat belajar berbeda,memang sulit diajarkan/komunikasikan ke anak, tapi bisa *ditularkan*

_for the things to change i must change first_
‚úÖ

8‚É£ Teh Nenih Nuraenih
1. Mohon di uraikan lebih dalam tentang peran orang tua sebagai pemandu untuk anak usia 0-8 tahun,
2. Saya punya 2 anak usia 4,7 thn dan 7 bln, sya merasa blm menemukan irama bermain bagi s kaka, anak pertama laki laki dia aktif dan suka main diluar (main tanah/pasir, lari, hujan2an dn segudang aktifitas fisik) setelah s adik lahir,bermain d luarnya jd terbatas karena s adik mash bayi dan s kaka selalu ingin d temani saya, pernah suatu sore sya ajak s kaka main sambil gendong adik, tp karna gerak saya terbatas karna gendong adik, s kaka malah kecemplung ke selokan,  dan akhir2 ini jd pemarah dan rewel, bagaimana saya menyalurkan aktifitas fisik s kaka tanpa meninggalkan adik.

8‚É£ orang tua sebagai pemandu artinya memfasilitasi kebutuhan anak untuk eksplor _follow the child_seperti ada masanya anak senang naik tangga, ya jagain bukan dilarang. ada masanya anak seneng main air, ya boleh juga dngan batasan.

2. kakak rewel biasanya cari perhatian. ketika memiliki lebih dari satu anak, pasti ada sibling rival.

kalo saya menyiasatinya, ada satu wktu yang khusus main dgn masing-masing anak tnpa saudaranya. bahkan pergi berdua, walau cuma jalan pagi.

adiknya titip ke ayahnya dulu.

ketika kakak “usil” jangan langsung melabeli kakak jahat ke adik, dsb.

beri peran pada kakak dlam mengasuh adik, misal mengambilkan popok/baju. beri pujian, wah kakak hebat si penyayang adik,dll.
‚úÖ

9‚É£ Teh Lisna
Dalam materi belajar caranya belajar, kita juga dituntut untuk selalu melihat potensi anak dalam belajar. jika kemampuannya sudah terlihat maka terus kita arahkan pada apa yang anak sukai. Lalu bagaimana sikap kita terhadap cara pembelajaran di indonesia yang justru malah menekankan anak harus menguasai seluruh mata pelajaran. Apakah dengan homeschooling tindakan yang tepat ?bagaimana cara memulainya ?terimakasih

9‚É£ Dear Teh Lisna, saya ambil jawaban dari review kemarin yg ditulis teh ismi ya..

_Tambahan jawaban dari Ibu Septi_

Pendidikan yang terbaik adalah yang paling cocok dengan karakter anak kita. Saya tidak pernah memaksakan anak-anak dengan pilihan pendidikan yang terbaik menurut kami berdua. Tetapi kami memberikan pilihan ke anak-anak, dengan cara memilih beberapa sekolah formal yang cocok dengan VALUES keluarga kami, dan memberikan pilihan ke anak-anak

mau sekolah A, sekolah B, sekolah C atau Homeschooling bersama bapak ibu. Jadi apapun pilihan anak-anak akan kita terima, dan nak-anak beajar untuk menerima segala konsekuensinya pilihannya.

Yang penting kuatkan Home Based Education keluarga kita , Schooling dan HS itu hanya kendaraan yang bisa dipilih‚úÖ

🔟 Teh Lely 🙋🏼
1. Anak saya sekarang berusia 4,5 y, dia sangat menonjol dibidang partical life, cooking n drawing. Untuk tahapan belajar diusia tersebut. Apakah 3 hal tersebut terus distimulus dan lainnya pengenalan saja atau semua kegiatan (tour the talent ) kita kenalkan dengan porsi yang sama tanpa dibeda-bedakan sesuai yang disukai, mengingat umurnya masih balita.
2. Mohon penjelasan tentang bahasa dengan tangan dalam materi 5 ini.

1. Dear teh Lely, 0-7th tetap tour the talent, kenalkan saja beragam hal, nothing to loose anak suka/tdk, namanya juga mengenalkan..mungkin satu hari dia membutuhkan pengalaman tersebut dan akan  me- _recall_ memorinya.
dan tetap fasilitasi kesukaannya.

2. maksudnya bahasa tangan itu yang ibu jari how, dst ya?

sudah ada contohnya diatas ya teh. jari tangan membantu kita untuk senantiasa belajar berbeda. menggali banyak pertanyaan, agar anak terbiasa mnjawab rasa ingin tahu dan berpikir skeptik ‚úÖ

1‚É£1‚É£ Teh Dini
Bagaimana menyeimbangkan antara passion dan ilmu yang lain?
Misalnya, anak saya tampak sangat suka kegiatan motorik kasar (olahraga), tapi jadinya perkembangan di bidang bahasa (ngobrol) lebih lambat jika dibandingkan teman2 seusianya.. Apakah tidak2 apa2 sy terus mengasah passionnya, atau harus diseimbangkan (min. tidak tertinggal dgn teman2 lain seusianya) ?

1‚É£1‚É£ Dear teh
Dini, ini anaknya usia berapa?

2. pendidikan seks usia dini, dipelajari lebih lanjut di kuliah bunda sayang. kalau yang diajarkan ibu dan beberapa pendapat psikolog, kenalkan menggunakan bahasa ilmiah, boleh juga ditambahkan bahasa sehari-hari, tapi bukan bahasa yang ga nyambung, misal: burung. dalam panduan islam yang tersirat dalam hadist maupun quran saya belum tau teh. mungkin ada yag mau berbagi?‚úÖ

wah.. masih 2.5 th.. follow the child aja teh..
dan sering diajak ngobrol juga bacain cerita utk stimulasi bicaranya. tdk memberikan tayangan tv/video krn bisa membuat pasif bicara.

elan anak ibu septi baru bisa bicara di umur 3th.

usia 0-7 masih tahap eksplorasi, berikan ragam aktivitas utk anak. jangan membandingkan dgn anak kita dgn orang lain.

‚úÖ

Review NHW 4 : Membuat Kurikulum yang Gue Banget

REVIEW NICE HOMEWORK #4

MEMBUAT KURIKULUM YANG “GUE BANGET”

Bunda, membaca satu demi satu nice homework #4  kali ini, membuat kami makin yakin bahwa akan makin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki Ibu-Ibu tangguh, yang paham akan dirinya dan mampu *_Memberi Teladan_* kepada anak-anaknya, bahwa seperti inilah cara belajar di Universitas Kehidupan.

Tantangan dalam mengerjakan Nice Homework#4  ini bukan di urusan hasil pencapaian, tetapi justru di urusan *_kesungguhan_*bunda untuk menemukan diri.  Proses ini memang tidak mudah, tetapi kalau kita tidak memulainya maka kita tidak akan pernah tahu. Maka efek berikutnya kita tidak bisa memandu anak-anak kita dalam menemukan peran hidupnya. Ketika merasa  tidak bisa dan tidak mau belajar efek berikutnya adalah kita *_sub kontrakkan_* pendidikan anak kita ke orang lain, yang belum tentu paham akan sisi keunikan anak kita. Inilah yang menjadi sumber awal munculnya penyakit *_kemandulan_* dalam mendidik anak-anak. Menggerus kekuatan fitrah kita dalam mendidik anak-anak sehingga menyatakan dirinya _tidak mampu lagi_

Untuk itu kami akan membantu bunda dan calon bunda semuanya menemukan misi hidup ini setahap demi setahap.

🍀Bagi anda yang belum menemukan ‚Äújurusan‚ÄĚ ilmu apa yang harus ditekuni dengan fokus, maka bersabarlah, tuliskan apa adanya di NHW#4 ini bahwa¬† anda memang belum ketemu sama sekali. Kemudian silakan lihat kembali ke belakang, faktor-faktor apa saja yang membuat anda sampai usia sekarang belum bisa menemukannya.

Tulislah dengan jujur, kemudian lihatlah kondisi sekarang, bagaimana anda mengenal diri anda?

Aktivitas apa saja yang membuat anda SUKA dan BISA, tulis semuanya.

Apa sisi kekuatan diri anda? Silakan tulis semuanya.

Pernyataan-pernyataan ini sudah SAH untuk menggugurkan NHW #4 anda.

Semoga dengan melihat hal ini, bunda semuanya menjadi lebih SABAR, ketika melihat anak-anak kita yang masih galau tidak paham arah hidupnya. Jangankan mereka, kita yang sudah puluhan tahun hidup saja ternyata juga belum paham. Bisa jadi anak-anak kita memang punya pengalaman yang sama dengan kita dulu dan sekarang kita didik mereka dengan pola yang sama dengan cara orangtua kita mendidik kita dulu.

Kembali ke fase titik nol dan segera bergerak.

” *_Jangan pernah berdiam di ruang rasa, sehingga titik nol membekukan hidup anda_* ”

🍀Bagi anda yang sudah menemukan ‚Äújurusan‚ÄĚilmu apa yang harus ditekuni dengan fokus, maka silakan ikuti simulasi secara setahap demi setahap di bawah ini :

1‚É£Tulislah Jurusan Ilmu secara Global, misal : Pendidikan Anak dan Keluarga

2‚É£Tentukan KM 0 nya mau anda tempuh mulai kapan? Atau apakah saat ini sudah dalam proses berjalan di tahap 1? Maka tulislah kapan anda memulai KM 0.

3‚É£Kita ambil satu hasil penelitian¬†_Malcolm Gladwell_dalam bukunya yang berjudul Outliers (2008) pernah mengemukakan sebuah teori yang menarik, 10.000 hours of practice. Menurutnya, jika seseorang melatih sebuah skill tertentu selama minimal 10.000 jam, maka hampir bisa dipastikan orang itu akan ‚Äújago‚ÄĚ dalam bidang tersebut. *_They will master the skill_* kata Gladwell.

Darimana ia bisa yakin? Konon Gladwell mengembangkan teori ini dari hasil penelitian terhadap para pemain biola selama puluhan tahun. Dari penelitian itu, para pemain biola yang berlatih minimal 2 jam sehari selama 12 tahun (kurang lebih 10.000 jam) semuanya menjadi para maestro biola. Orang yang di pertengahan berlatih di antara 5.000 hingga 8.000 jam, sementara pemain biola yang gagal berlatih di bawah 3000 jam.

4‚É£Silakan ukur kemampuan teman-teman, dalam sehari kira-kira sanggup menginvestasikan waktu nya berapa jam, untuk menekuni jurusan ilmu tersebut. Katakanlah kita ambil yang paling pendek hanya 2 jam per hari.

Mari kita berhitung :
10.000 jam : 2 jam = 5000 hari
Apabila setahun katakanlah hanya kita ambil 250 hari efektif saja, maka 

5000 hari : 250 = 20 tahun

Inilah periode waktu yang harus anda tempuh untuk bisa menjadi master di bidang anda.

5⃣Silakan bagi 20 tahun tersebut dalam KM perjalanan yang akan anda tempuh, misal 

KM 0 ‚Äď KM 1 = Bunda Sayang ( 5 tahun)

KM 1 ‚Äď KM 2 = Bunda Cekatan (5 tahun)

KM 3 ‚Äď KM 4 = Bunda Produktif ( 5 tahun)

KM 4 ‚Äď KM 5 = Bunda Shaleha ( 5 tahun)

Tidak ada patokan khusus dalam menentukan rentang waktu, silakan anda buat sendiri sesuai dengan kemmapuan kita.

6⃣Uraikan kira-kira mata pelajaran apa saja yang harus kita pelajari satu-satu di mata kuliah pokok Bunda Sayang, Bunda Cekatan dsb. 

7⃣Cari sumber belajarnya ada dimana saja dan KONSISTEN menjalankannya. 

*AKSELERASI*

Apabila ternyata dalam belajar di jurusan ini mata anda makin berbinar, semangat anda tak pernah pudar, bisa jadi yang harusnya hanya investasi 2 jam/hari secara alamiah akan menjadi lebih dari 2 jam. Maka pilihlah aktivitas harian, waktu yang paling banyak menghabiskan hari-hari anda, y aktivitas yang memperbanyak
*_JAM TERBANG_*

Kalau sudah seperti ini Allah sedang menghendaki anda untuk masuk program ‚ÄúAKSELERASI‚ÄĚ

Ada dua cara akselerasi yaitu :

🍀Menambah Jam terbang harian

🍀Membeli Jam terbang
Bagaimana caranya membeli? Dengan mendatangi para ahli yang sesuai dengan bidang kita, belajar banyak dari beliau. Pelajari jatuh bangunnya seperti apa, sehingga kita bisa ‚Äújump starting‚ÄĚ dengan tidak perlu mengulang kesalahan yang pernah dilakukan oleh para ahli tersebut. Sejatinya dengan mengikuti program matrikulasi ini, anda sedang membeli jam terbang.

🍀Carilah mentor hidup anda yang bersedia memandu dengan konsisten agar anda mencapai sukses dengan lebih cepat lagi.

Dengan belajar bersungguh-sungguh di NHW #4 ini, teman-teman akan dengan mudah menyusun

*_customized curriculum_*

untuk anak-anak kita masing-masing.silakan mulai dari diri bunda dulu untuk bisa merasakannya. Karena kalau bundanya sudah bisa, maka kita  akan mendapatkan bonus kemampuan menyusun kurikulum bagi anak-anak kita. 

Kuncinya hanya dua 

*_FOKUS dan KONSISTEN _*

Jadilah yang terhebat di bidang Anda masing-masing. Jangan pernah menyerah.

*_If today is a bad day, tomorrow maybe worst, but the day after tomorrow is the best day in your life. You know what? Most people die tomorrow evening!_* ‚Äď Jack Ma

Selamat menempuh 10.000 jam terbang anda

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan :

_Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008_

_Materi Matrikulasi IIP Sesi #4, Mendidik dengan v Fitrah, 2017_

_Hasil Nice Homework #4 para peserta matrikulasi IIP batch #3_

Materi MIP 4 : Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4  

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*

Apakah mudah? TIDAK.¬† Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa ‚Äúgalau‚ÄĚ.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa‚Äúmisi hidup‚ÄĚ kita sebagai individu dan apa ‚Äúmisi keluarga‚ÄĚ kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan ¬†tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati¬† di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka ‚Äútsunami informasilah‚ÄĚ yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada ‚Äúkemampuan fitrah‚ÄĚ kita dalam mendidik anak-anak.¬†

‚Äú *Just DO It*‚ÄĚ,
_lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita_.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada _Apa yang harus dipelajari anak-anak kita_,  bukan pada _Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut_ Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya. 

Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu 

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:

a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll. 

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses. 

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda ‚Äúvery limited special edition‚Ä̬†

Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya. 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

 

Sumber bacaan :

_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_

_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_

_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_

Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2017

Ini jawaban abah Rama dari pertanyaan saya tentang misi dan visi:

Definisi yang benar dari Misi, adalah ‚Äúalasan keberadaan‚ÄĚ sehingga dengan demikian Misi datang lebih dahulu dan tentunya lebih penting.

Sekarang saya lebih suka menggunakan kata ‚ÄúTugas‚ÄĚ untuk menggantikan Misi dan ‚ÄúCita-Cita‚ÄĚ untuk menggantikan Visi karena dengan bahasa Tugas dan Cita-Cita, maka jelaslah bakwa Tugas lebih penting dibandingkan Cita-Cita, karena kalau seseorang berhasil mencapai Cita-Citanya akan tetapi gagal menjalankan Tugasnya maka dia disebut gagal sedangkan disisi lain kalau seseorang berhasil menjalankan Tugasnya akan tetapi tidak¬† berhasil mencapai Cita-Citanya , maka dia akan tetap disebut berhasil.

Ini jawaban pak Dodik tentang Visi dan Misi :

Visi adalah citra atau bayangan mengenai masa depan.  Manfaat visi adalah memotivasi, memandu tindakan, dan menyelaraskan tindakannya.

Misi adalah pernyataan yang menggambarkan bagaimana konstribusi kita pada kehidupan.

Misi menjawab mengapa kita ada, mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Misi menjelaskan manfaat kita pada orang lain dan masyarakat.

Jadi, visi adalah keadaan kita di masa depan, misi adalah konstribusi yang kita tawarkan saat ini. Misi yang kita lakukan secara konsisten akan mengarahkan terwujudnya visi kita.

Visi bicara tentang diri kita, misi bisa tentang manfaat kita. Visi bermanfaat buat diri kita. Misi bermanfaat bagi kita dan orang lain. Misi membuat orang lain bisa mengetahui manfaat yang bisa mereka peroleh dari diri kita.

Review NHW 3 : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Review Nice Home Work #3
Kelas Matrikulasi IIP batch#3

🏠 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

‚ėėKalau kamu ingin berbincang-bincang dg DIA, maka temuilah DIA dengan caramu, Tetapi apabila kamu ingin mendengar DIA berbicara, memahami apa kehendakNya padamu, maka IQRA’, bacalah semua tanda cintaNya untuk kita, mulai dari surat cintaNya sampai dengan orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita Apa yang sudah teman-teman lakukan di proses nice homework #3  ini adalah proses IQRA'( membaca).

‚ėėDimulai dari membuat surat cinta. Mengapa harus membuat surat cinta? karena bagaimana anda bisa merasakan surat cintaNya, kalau anda sendiri tidak pernah menghargai betapa beratnya menuliskan sebait demi sebait surat cinta untuk kekasih anda. Dan kita semua belajar bagaimana melihat respon, surat cinta yang disampaikan dengan hati, kadang tidak pernah berharap apapun, mulai dari dicuekin, meski tanda centang sudah berubah warna biru  sampai dengan surat cinta balasan suami yang ditulis di wall FB yang membuat hati makin mengharu biru.

‚ėėDemikianlah Sang Maha Pemberi Cinta, kadang memberi tanpa meminta. Surat cinta sudah dikirim, waktu pertemuan sudah ditentukan, candle light dg hidangan istimewa di sepertiga malam terakhir sudah disiapkan, tapi kita kekasihnya tetap dingin dengan seribu satu alasan. Tetapi DIA tetap mencintai kita, tanpa Pamrih.

‚ėėMenyitir puisi Sapadi Djoko Damono, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

‚ėėMaka tetaplah alirkan cinta kepada pasangan anda, anak-anak anda, jangan pernah berhenti, seberapapun menyakitkannya balasan yang anda terima. Terima kasih untuk kebesaran hati teman-teman mempercayakan grup ini untuk menerima aliran rasa anda. Setelah mengalirkan rasa, sekarang mulailah melihat dua kalimat yang sangat penting ini untuk memaknai apa makna sebuah MISI KEHIDUPAN : *”Dua hari yang paling penting dalam hidupmu adalah hari pada saat kamu dilahirkan dan hari di saat kamu menemukan jawaban mengapa kamu dilahirkan‚ÄĚ*

‚ėėSetiap dari kita memiliki misi spesifik hidup yang sangat penting digunakan dalam membangun peradaban. Langkah berikutnya adalah kita akan dipertemukan dengan partner hidup kita, anak-anak kita dimana mereka membawa misi hidupnya sendiri-sendiri, dan bersama kita dalam sebuah keluarga. Beberapa gabungan misi spesifik hidup setiap anggota keluarga tersebut akan bersinergi membentuk sebuah misi spesifik keluarga. Inilah yang akan menjadi amunisi kekuatan kita untuk mengarungi samudera di atas  bahtera rumah tangga, baik di saat ombak tenang, maupun saat badai menghadang. Maka ada satu kalimat lagi yang bisa lebih membantu kita untuk memaknai apa arti sebuah misi keluarga. ‚ÄúDua fase yang paling penting dalam hidupmu adalah fase di saat kamu bertemu dengan jodohmu dan fase di saat kamu menemukan jawaban mengapa kamu berdua dipertemukan‚ÄĚ

‚ėėDengan demikian makin paham kita  bahwa semua menginginkan ‘keberadaan’ kita dan keluarga kita, Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. “Maka bersungguh-sungguhlah dalam menjaga “amanah” yang sudah diberikan dengan sepenuh cinta untuk kita.”

‚ėėSemua keluarga berjalan menuju sebuah VISI HIDUP. Kesamaan visi hidup inilah yang membuat kita bisa bersama-sama dalam satu gerakan dengan saling menguatkan peran masing-masing sesuai dengan misi spesifik hidup dan keluarga masing-masing. Inilah VISI HIDUP kita semua dalam membangun peradaban, terlalu berat apabila dikerjakan sendiri-sendiri, maka kerjakanlah dengan misi spesifik kita masing-masing.

‚ėėJangan pernah bandingkan diri anda/anak anda/keluarga anda dengan diri/anak/keluarga lain. Tapi bandingkanlah dengan diri/anak/keluarga anda sendiri.
Apa perbedaan anda hari ini dengan perbedaan anda satu tahun yang lalu. Kuncinya bukan pada seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa *BERSUNGGUH-SUNGGUH* nya kita dalam menjalankan MISI HIDUP kita

‚úä🏻Salam Ibu Profesional!

Sumber Bacaan :
-Materi matrikulasi membangun peradaban dari dalam rumah, IIP, 2017

-Tulisan-tulisan Nice Homework #3 dari para peserta matrikulasi IIP bathc#3, 2017 Hasil diskusi penajaman misi hidup dengan bapak Dodik Mariyanto dan Abah Rama Royani